Jamnas V BPAN rumuskan empat agenda strategis untuk jaga wilayah adat - OPSINTB.com | News References

02/07/26

Jamnas V BPAN rumuskan empat agenda strategis untuk jaga wilayah adat

Jamnas V BPAN rumuskan empat agenda strategis untuk jaga wilayah adat

 
Jamnas V BPAN rumuskan empat agenda strategis untuk jaga wilayah adat

OPSINTB.com - Jambore Nasional (Jamnas) V Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) di Wilayah Adat Perigi dan Limbungan, Kabupaten Lombok Timur, akhirnya lahirkan empat agenda utama. Keempat merupakan pondasi memperkuat tatanan masyarakat adat di tengah berbagai ancaman. 


Keputusan itu diambil melalui rangkaian sarasehan yang berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026. Keempat poin yang disepakati sebagai agenda utama itu ialah penguatan pendidikan adat, pembangunan ekonomi kolektif, regenerasi kepemimpinan, dan dokumentasi Wilayah Adat sebagai fondasi menjaga keberlanjutan masyarakat adat di tengah berbagai ancaman terhadap wilayah dan pengetahuan leluhur.


Dalam sarasehan pendidikan adat bertema pendidikan adat sebagai jalan untuk meneruskan pengetahuan leluhur dalam menguatkan komunitas, peserta mengusung slogan gali, rawat, wariskan sebagai semangat regenerasi pengetahuan adat.


Pada sarasehan ekonomi, peserta menyatakan penolakan terhadap model ekonomi ekstraktif yang dinilai merusak wilayah adat. Forum mendorong pengembangan ekonomi kolektif berbasis potensi lokal melalui pembentukan Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA), pemetaan potensi ekonomi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kedaulatan pangan.


Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan, Samsul Hadi, mengatakan sekolah adat yang masih bertahan hingga saat ini lahir dari inisiatif komunitas yakni digawangi pemuda dan pemangku adat. 


"Pemerintah fungsinya mendorong bukan memimpin, " ujar Samsul Hadi, Kamis (2/7/2026). 


Sementara itu, Deputi IV Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Marolop Manalu Gorga, menegaskan pendidikan adat harus berorientasi pada kepentingan komunitas, bukan semata-mata keberhasilan individu.


Deputi III Sekjen AMAN, Annas Radian Syarif, menegaskan kemandirian masyarakat adat hanya dapat dicapai apabila berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan bermartabat secara budaya.


"Isu regenerasi kepemimpinan juga menjadi perhatian dalam sarasehan manajemen organisasi dan kepemimpinan," terangnya. 


Deputi I Sekjen AMAN, Eustobio Rero Renggi, menyebut sekitar 10,7 juta hektare wilayah adat telah mengalami alih fungsi dalam satu dekade terakhir. Sehingga dibutuhkan pemimpin muda yang mampu membangun kampung dan menjaga wilayah adat.


Forum juga merekomendasikan pelatihan kepemimpinan, penguatan pengelolaan data sosial dan wilayah adat, pelatihan jurnalistik, keterlibatan pemuda adat dalam proses FPIC/Padiatapa, serta pengembangan gerakan pulang kampung.


Kepala Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), Kasmita Widodo, mengatakan peta wilayah adat bukan sekadar menunjukkan batas wilayah, tetapi juga menjadi alat legitimasi dan perjuangan hukum masyarakat adat.


Sementara itu, prihal pendokumentasian wilayah adat ditegaskan pentingnya dokumentasi sebagai alat perjuangan. 


Selain pemetaan, peserta juga menekankan pentingnya etika dokumentasi, termasuk menghormati persetujuan komunitas terhadap pengetahuan adat yang dapat dipublikasikan.


Rangkaian sarasehan Jamnas V BPAN menghasilkan kesepakatan bahwa pendidikan adat, ekonomi kolektif, regenerasi kepemimpinan, dan dokumentasi Wilayah Adat merupakan empat pilar utama untuk menjaga identitas budaya, ruang hidup, dan pengetahuan leluhur agar tetap lestari bagi generasi mendatang. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama