OPSINTB.com - Kafilah Kabupaten Lombok Timur, optimis bisa membawa hasil positif pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB 2026. Kegiatan tersebut digelar di Kabupaten Lombok Tengah.
Dengan kekuatan besar dan persiapan yang disebut lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya, Lombok Timur membidik target ambisius bisa tembus tiga besar.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik mengungkapkan, Lotim mengirim kontingen mencapai puluhan orang. Jumlah tersebut terdiri dari 53 peserta, pelatih, serta official menjadikan Gumi Patuh Karya sebagai kontingen terbesar kedua setelah Kabupaten Lombok Tengah.
"Ini menunjukkan keseriusan Lombok Timur dalam menghadapi MTQ tahun ini," ucapnya usai pawai ta'aruf Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI tingkat NTB 2026 di Kota Praya, Selasa (9/6/2026).
Tak hanya mengirim peserta lomba, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga mengerahkan kontingen besar untuk mengikuti pawai ta’aruf. Kehadiran mereka menjadi simbol semangat daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB tersebut untuk kembali menunjukkan prestasi terbaik di ajang MTQ.
Menurut Juaini Taofik, target tiga besar yang dicanangkan Bupati Lombok Timur bukan sekadar angan-angan. Berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari pelaksanaan training center (TC) hingga program TC mobile yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan para peserta.
"Dibandingkan MTQ ke-30 di Sumbawa, persiapan kita jauh lebih maksimal," sebut Ofik.
Jika sebelumnya, kata dia, peserta yang berhasil masuk final kurang dari 10 orang, tahun ini diprediksi sekitar 25 peserta bisa menembus babak final.
"Kalau itu tercapai, target tiga besar Insya Allah bisa diwujudkan," katanya.
Ofik menegaskan, keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh persiapan jangka pendek, tetapi juga oleh sistem kaderisasi yang berkelanjutan. Ia menyebut, para juara pada cabang yang sama tidak diperbolehkan kembali berlaga, sehingga regenerasi menjadi kunci utama menjaga prestasi.
"Kata kuncinya satu, kaderisasi. Potensi tidak boleh terpusat di satu kecamatan saja. Harus menyebar ke seluruh wilayah Lombok Timur," tegasnya.
Pemerintah daerah juga telah memetakan keunggulan masing-masing pondok pesantren. Seperti dibidang tahfiz, tartil, hingga fahmil Quran.
Pemetaan tersebut dilakukan untuk memastikan pembinaan berjalan terarah dan kesinambungan prestasi tetap terjaga dari tahun ke tahun.
Di tengah semangat memburu prestasi, Lombok Timur juga menghadapi tantangan teknis. Kafilah Lombok Timur mendapatkan lokasi penginapan yang cukup jauh dari arena utama MTQ.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan transportasi telah dipersiapkan agar tidak mengganggu konsentrasi peserta.
"Sejauh apa pun lokasi penginapan, kami sudah menyiapkan sarana transportasi yang memadai. Yang terpenting, seluruh kafilah tetap nyaman dan fokus mengikuti perlombaan," pungkasnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami