Belasan pelajar di Sumbawa rusak warung sambil mabuk - OPSINTB.com | News References -->

Selasa, 28 September 2021

Belasan pelajar di Sumbawa rusak warung sambil mabuk

Belasan pelajar di Sumbawa rusak warung sambil mabuk

 
Belasan pelajar di Sumbawa rusak warung sambil mabuk

Foto : Para pelajar yang terlibat pengrusakan, didampingi wali dan gurunya, menunjukkan surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan mereka

OPSINTB.com - Polres Sumbawa mengamankan 13 orang pelajar pada Minggu dini hari (26/9/2021). Para pelajar ini diamankan karena diduga terlibat pengrusakan warung di Simpang Bingung, dan penganiayaan di Bendungan Mama, Kecamatan Lopok pada Jumat malam (24/9).

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Ivan Ronald Cristofel menjelaskan, dalam kejadian ini, para pelajar tersebut melakukan pengrusakan kursi di sebuah warung. Aksi ini, membuat warga dan para pengguna jalan menjadi resah. Sebab, dalam aksinya, di antara para pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA ini, ada yang membawa parang. 

Selain itu, salah seorang dari pelajar ini juga diduga terlibat kasus pengeroyokan. Dimana dugaan pengeroyokan ini terjadi sore pada hari yang sama, di Bendungan Mama, Kecamatan Lopok. Aksi ini juga sempat viral di media sosial. 

"Dugaan penganiayaan ini terjadi di Bendungan Mama. Kasusnya kini sedang ditangani oleh Polsek Lape," kata Ivan, Selasa (28/9).

Atas kejadian ini, lanjutnya, para pelajar tersebut kemudian diamankan oleh Tim Puma Polres Sumbawa. Setelah itu, para pelajar yang masih di bawah umur ini dikenakan pembinaan. Tidak hanya itu, wali dan guru dari masing-masing pelajar di panggil ke Polres Sumbawa. Para pelajar ini kemudian diminta untuk menandatangani surat pernyataan, untuk tidak kembali mengulangi perbuatannya. 

"Karena para pelajar ini masih di bawah umur, diberikan kesempatan untuk dibina pihak keluarga. Namun, jika yang bersangkutan kembali melakukan tindak pidana serupa atau tindak pidana lainnya, maka akan diproses hukum. Tentunya proses hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur," tegasnya, Selasa (28/9).

Selain itu, lanjut Ivan, pihaknya juga menelusuri asal minuman keras yang dikonsumsi oleh para pelajar tersebut. Namun, saat digeledah, tidak ditemukan minuman keras di lokasi tersebut. "Sebelum para pelajar itu datang ke kota, mereka minum minuman keras terlebih dahulu," terangnya. 

Karena itu, pihaknya mengimbau pihak keluarga dan sekolah melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anaknya. Mengingat, usia pelajar ini masih sangat muda, sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama